Buletin MS Edisi 17 Januari – 17 Februari 2019

By Red

Metamorfosis

Jika memakai analogi metamorfosis, sebelum menjadi kupu-kupu yang terbang indah, ia melalui setidaknya tiga proses terlebih dahulu. Ketika ia keluar dari ibunya, ia berada di dalam telur dan menempel pada ujung atau pangkal daun. Tidak sembarang daun, sebab begitu ia menetas sebagai ulat ia harus segera mendapat asupan makanan. Ulat bagi banyak orang terasa menjijikkan, menggunakan gerbong kakinya yang gemuk ia berjalan, sehingga otomatis menggerakkan bagian kulit tubuhnya yang empuk yang jika kau tak sengaja menginjaknya akan memuncratkan lendir hijau kekuning-kuningan. Tapi kalau ia dapat bertahan, ia akan membungkus diri menjadi kepompong. Yang seolah-olah jika dilihat dari luar ia tengah bertapa, atau malah terkesan tertutup. Padahal di dalam bungkusan, ia memulai proses untuk menjadi kupu-kupu yang keindahannya hanya bisa bertahan dua minggu hingga mentok empat minggu. Inilah alasan pecinta kupu-kupu repot-repot mengawetkannya dalam pigura, selain ada kemungkinan untuk penelitian. Kami, Buletin Macapat Syafaat, masih dalam fase ulat.
Berjalan teramat pelan untuk menuju proses selanjutnya. Untuk itu, kami menghadirkan dua rubrik baru: Aktual dan Figur; yang diharapkan menghadirkan kesegaran baru bagi pembaca dan kami dapat konsisten menjamukannya. Dan tentu, karena masih pada fase ulat, harap maklum atau bahkan tak usah dibaca jika menjijikkan.
Perlu diketahui juga, bahwa kami tak pantas menyebut diri Redaksi. Sebab terbentuknya buletin dahulu berawal dari inisiasi jamaah. Penyebutan itu hanya perkara teknis untuk memudahkan komunikasi. Dan karena berawal dari jamaah, tentu kami membuka diri kepada kawan-kawan yang ingin berkontribusi.
Redaksi.

39-Januari-2019